Senin, 30 September 2013
RENUNGAN
Muhasabah Diri
Dikeheningan Malam Kubersimpuh
Dan Berserah Diri Dihadapan-Nya
Bismillahir-Rahmanir-Rahim
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh
Saudaraku..."
Berserah diri adalah jalan yang terbaik bagi manusia untuk
dapat menggapi tujuan hidup dunia dan akhirat,
artinya :
Segala sesuatu tentang kehidupan yang di jalani ini dengan sabar dan iklas,
sebab tidak ada sesuatupun yang tidak atas Asma Allah,
dan tidak ada sesuatupun yang merasa dimiliki kecuali
semua milik Yang Maha Pencipta Allah SWT.
Maka berserah diri berarti menyerahkan segala sesuatu
hanya kepada Allah Ta'ala,
Yaitu dalam artian yang luas dan seluruh aktivitas kehidupannya semua mencakup ibadah, hidup dan mati, semua terserah Allah, akan tetapi bukan berarti tidak bergerak dan berupaya apa-apa,
Namun justru dengan berserah diri inilah yang menjadikan landasan vertikal bagi umat manusia untuk menjalankan roda kehidupanya atas dasar iman dan ketaqwaannya kepada Allah Tuhan Yang Maha Esa
Setiap orang mudah mengatakan sikap berserah diri,
namun hal ini masih jauh dari konten berserah diri yang sesungguhnya,
karena sikap berserah diri seseorang berhubungan erat dengan keadaan kejiwaan/batin serta keadaan raga/lahir manusia.
Pada umumnya manusia sulit untuk mengimplementasikan dikarenakan keadaan dirinya.
sebagai contoh jika manusia itu sedang diberikan kemiskinan, tertekan, sakit, lebih mudah berserah diri, sebaliknya manusia yang sedang kaya, berbahagia, sehat badanya, lebih sulit untuk bersikap berserah diri.
Itulah contoh keadaan manusia di dunia memiliki sifat fitrah dan sifat syaitan.
Sikap berserah diri kepada Allah merupakan sikap seorang hamba yang bersih secara lahir dan batin, sehingga totalitas dirinya dapat menyerahkan segala keputusan hidupnya benar-benar begantung hanya kepada Allah.
Sikap hamba yang berserah diri kepada Allah sbb:
1. Hamba yang berserah diri kepada Allah tidak pernah minta tolong kepada siapapun baik mengenai keadaan hatinya, keadaan hidupnya, keadaan rizkinya, keadaan kekuranganya, keadaan sakit dan penderitaan selama hidupnya,
dia hanya terus memohon dan meminta kepada Allah
dalam setiap situasi dan kondisinya.
Hamba tersebut yakin beriman betul bahwa pertolongan Allah
pasti datang kepadanya.
tidak ada keraguan sedikitpun kepadaNya.
2. Hamba yang berserah diri kepada Allah tidak pernah mengeluh
kepada siapa saja, termasuk anak istri/suami sekalipun, kesulitan, kesukaran, kekurangan, kelebihanya tetap hanya disampaikan kepada Yang Maha Pengasih yaitu Allah Ta'ala,
apapun situasi dan kondisi dirinya, hamba ini dipenuhi rasa iklas
dan sabar yang sebenarnya dan yakin benar bahwa hanya Allah
yang patut dan pantas menyelesaikan segala urusan dunianya.
3. Hamba yang berserah diri kepada Allah, selalu bersikap adil
dan peduli kepada sesama tanpa padang status manusianya,
sikap adilnya di wujudkan kepada semua yang hidup dan yang mati, hewan, tumbuhan, manusia alam dan lain sebagainya.
semua dilakukan dengan ringan tangan mengulurkan rasa cinta kasih yang sama.
perlakuan yang sama, sikap yang sama pula, kepada siapapun tentunya
Dan yang jadi pertanyaan sekarang jawablah pertanyaan berikut ini yaitu mengenai sikap kita, apa sudah adilkah kita kepada sesama makhluk dengan yang kita tuju karena Allah,
Sebagaimana kita pernah peduli kepada tanaman yang membutuhkan air?
kita peduli terhadap kucing yang tidak makan,?
kita rela memberi makan burung dan binatang lainnya yang mungkin karena kita suka dan mereka itu adalah peliharaan kita
Namun pernahkah kita peduli kepada sesama manusia yang membutuhkan dan memberikan makanan kepada si fakir dan simiskin sementara keadaan kita sendiri dalam keadaan yang pas-pasan?
atau mungkin karena kita punya anggapan bahwa justru keadaan kita lebih miskin dan hanya sedikit saja apa yang kita punya?
jika demikian jawabannya maka aku rasa kita akan sulit untuk dapat melaksanakannya terlebih lagi di jaman sekarang.
Sebab pada kenyataannya, di jaman sekarang justru banyak manusia yang malah menumpuk makanan, dan harta benda, padahal kita tahu setiap saat diseputar kita banyak orang-orang yang fakir dan yang miskin, namun justru ada kalanya malah sering membusungkan dada,
Apakah tidak memahami bahwa sebenarnya Allah telah menyuruh kita dan kita tidak boleh menunda amal kebaikan terlebih pada apa yang ada di depan kita,
Sedangkan menunpuk dan menyimpan harta kekayaan adalah salah satu sikap tamak dan serakah yang tumbuh dalam diri manusia yang riya, dan kikir .
oleh sebab itu dengan gambaran di atas moga saja sudilah kiranya kita dapat berbagi kasih dengan sesama sebagai abdi Allah, Hamba Allah, yang selalu tanggab, dan peduli terhadap lingkungan yang ada di seputarnya.
Dan kita harus memahami sikap hidup yang adil ,
kemudian merealisasikannya dengan sifat rahman dan rahimnya Allah kepada sesama.
Karena demikian tanda orang-orang yang berserah diri hanya kepada Allah, baik secara lahir maupun batinnya selalu selaras dengan kehendak Allah,
Dan itu adakah sifat dan sikap kita untuk menjadi orang yang berserah diri?
Demikianlah sedikit coretan ini semoga saja ada manfaatnya Aamiin...”Wassalam,
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar